Laporan Praktikum
Postulat Koch Erwinia carotovora pada Kubis dan Sclerotium rolfsii pada Kacang Tanah
Disusun oleh:

Hamdayanty A34080022

Dosen Pembimbing:
Dr. Abdjad Asih Nawangsih, MSi
Dr. Tri Asmira Damayanti, MSc

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jasad renik yang ada hubungannya dengan suatu tumbuhan yang sakit harus dipelajari untuk menentukan apakah jasad renik tersebut merupakan penyebab penyakit (Anonim, 2008). Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch yaitu: (1) Mikroorganisme tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang ditimbulkan. (2) Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium. (3) Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat menimbulkan penyakit. (4) Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut (Ardian, 2009).
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri dan cendawan penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30 tahun). Postulat – postulat tersebut diatas berlaku untuk patogen yang bukan tergolong ke dalam parasit obligat. Untuk melaksanakan postulut Koch diperlukan cara bekerja khusus : (1) Isolasi penyebab penyakit dari bagian koch tanaman yang sakit dan mengadakan pembiakan murni. (2) Mempelajari sifat-sifat penyebab penyakit dalam biakan murni (Epi, 2009).

1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah mampu melaksanakan dan memahami langkah-langkah postulat Koch dan mengetahui penyebab penyakit serta gejala pada tanaman yang terifeksi Erwinia carotovora dan Sclerotium rofsii.

BAB II
BAHAN DAN METODE
2.1. Bahan dan Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini diantaranya Cawan petri, pot kecil plastik Metode label, botol semprotan, silet atau cutter, kertas, laminar flow, spiritus, jarum oose. Adapun bahan yang digunakan adalah batang kacang tanah yang terinfeksi Scleretium rolfsii, krop kubis, media isolasi (TSA untuk E. carotovora dan PDA untuk S. rolfsii), tanah untuk media penanaman, air steril, dan alkohol.
2.2 Metode
Patogen yang diuji pada praktikum postulat koch yang telah dilakukan adalah Scleretium rolfsii yang menyebabkan penyakit busuk batang pada kacang tanah dan E. carotovora pada krop kubis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pertama pengamatan asosiasi antara gejala dengan tanda penyakit yang ditimbulkan pada tanaman kacang tanah dan kubis, asosiasi ini ditandai dengan adanya patogen pada tanaman yang sakit.
Pada postulat Koch untuk E. carotovora, langkah awal yang dilakukan adalah mengisolasi bakteri dari krop kubis yang sakit dengan cara menempelkan jarum oose pada bagian yang sakit kemudian memindahkannya ke media agar TSA dengan metode cawan gores. Perlakuan ini dilakukan pada laminar flow untuk menghindari kontaminasi. Biakan bakteri ini kemudian disimpan selama kurang lebih 2 hari hingga bakteri muncul pada media agar. Setelah diperoleh biakan tunggal atau biakan murni E. carotovora , biakan ini kemudian diinokulasikan pada tanaman kubis yang sehat. Setelah beberapa hari, dilakukan pengamatan gejala yang timbul pada kubis yang sehat.
Pada postulat Koch untuk E. carotovora, langkah awal yang dilakukan adalah mengisolasi bakteri dari krop kubis yang sakit dengan cara menempelkan jarum oose pada bagian yang sakit kemudian memindahkannya ke media agar TSA dengan metode cawan gores. Perlakuan ini dilakukan pada laminar flow untuk menghindari kontaminasi. Biakan bakteri ini kemudian disimpan selama kurang lebih 2 hari hingga bakteri muncul pada media agar. Setelah diperoleh biakan tunggal atau biakan murni E. carotovora , biakan ini kemudian diinokulasikan pada tanaman kubis yang sehat. Setelah beberapa hari, dilakukan pengamatan gejala yang timbul pada kubis yang sehat.
Pada postulat Koch untuk S. rolfsii, langkah awal yang dilakukan adalah miselium cendawan diisolasi dari batang kacang tanah yang sakit dengan cara miselium dipitong dan dipindahkan dengan pinset pada bagian yang sakit kemudian ke media agar PDA. Perlakuan ini dilakukan pada laminar flow untuk menghindari kontaminasi. Biakan miselium ini kemudian disimpan selama kurang lebih 3-7 hari hingga miselium menyebar pada media agar. Setelah diperoleh biakan tunggal atau biakan murni S.rolfsii, miselium ini kemudian diinokulasikan pada tanaman kacang tanah yang sehat. Inokulasi dilakukan dengan melubangi batang yang dekat dengan tanah kemudian sklerotia dan miselium dimasukkan ke lubang tersebut. Setelah itu, inokulasi tersebut dibungkus dengan kapas agar kelembabannya terjaga. Setelah beberapa hari, dilakukan pengamatan gejala yang timbul pada kacang tanah yang sehat.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3. 1 Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan metode Postulat Koch diperoleh hasil pengamatan sebagai berikut :
1. Erwinia carotovora pada kubis

(a) Foto oleh : Putri Setya U. (b) Foto oleh : Putri Setya U.
Gambar 1 a dan b. Hasil inokulasi setelah 1 minggu

Gambar 2. Hasil inokulasi setelah 2 minggu

Pada tanaman kubis sehat yang telah ditusukkan pathogen Erwinia carotovora didapatkan penyakit busuk lunak dengan gejala yang timbul berupa bercak-bercak kecoklatan yang basah dan berair.

2. Sclerotium rolfsii pada kacang tanah

Gambar 3. Miselium Gambar 4. Sklerotium

Foto oleh: Rizki Irawan Foto oleh : Rizki Irawan
Gambar 5. Hasil inokulasi kacang tanah setelah 2 minggu

Pada tanaman kacang tanah sehat yang telah ditusukkan Sclerotia dan hifa cendawan Sclerotium rolfsii didapatkan gejala yang timbul berupa busuknya batang terutama pada bagian yang ditusukkan, selain itu gejala juga timbul pada bagian daun yaitu daun menjadi layu, berwarna kecoklatan, serta terdapat miselium putih yang menutupi permukaan daun.

3. 2. Pembahasan
Teknik postulat Koch meliputi empat tahapan, yaitu asosiasi, isolasi, inokulasi, dan reisolasi. Asosiasi yaitu menemukan gejala penyakit dengan tanda penyakit (patogen) pada tanaman atau bagian tanaman yang sakit. Isolasi yaitu membuat biakan murni patogen pada media buatan (pemurnian biakan). Inokulasi adalah menginfeksi tanaman sehat dengan patogen hasil isolasi dengan tujuan mendapatkan gejala yang sama dengan tahap asosiasi. Reisolasi yaitu mengisolasi kembali patogen hasil inokulasi untuk mendapatkan biakan patogen yang sama dengan tahap isolasi.
Postulat Koch yang dilaksanakan pada praktikum ini adalah meliputi postulat Koch untuk cendawan yaitu Sklerotium rolfsii pada tanaman kacang tanah dan postulat koch bakteri yaitu Erwinia carotovora pada tanaman kubis. Proses postulat koch yang dilakukan hanya berlangsung sampai tahap inokulasi ulang pada tanaman inang. Tahap reisolasi tidak dilakukan. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya waktu yang cukup.
Proses isolasi yang dilakukan selama praktikum seringkali mengalami kagagalan akibat adanya kontaminasi dari mikroorganisme lainnya. Proses isolasi bakteri Erwinia carotovora berhasil setelah diadakan pemurnian selama tiga kali dengan waktu kurang lebih tiga minggu. Ciri-ciri bakteri Erwinia carotovora yang tampak pada media agar TSA adalah berwarna putih keruh.
Hasil inokulasi ulang Erwinia carotovora pada tanaman kubis sehat menunjukkan gejala yang sama dengan gejala awal pada kubis sakit. Gejala yang muncul berupa bercak basah berwarna coklat. Gejala ini muncul satu minggu setelah isolasi. Namun gejala yang muncul ini tidak terlalu jelas. Gejala sangat jelas terjadi pada minggu kedua dimana seluruh kubis telah berwarna coklat basah dan mengeluarkan bau busuk. Gejala basah in dapat disebabkan karena adanya perusakan pektinase dan kitinase dinding sel kubis oleh Erwinia carotovora sehingga protoplasma keluar dari dinding sel. Sedangkan bau busuk yang timbul disebabkan adanya asosiasi dengan mikroorganisme lain.
Sama halnya dengan proses isolasi bakteri E. carotovora, proses isolasi Sclerotium rolfsii juga sering mengalami kegagalan akibat adanya kontaminasi bakteri dan cendawan khususnya Fusarium sp.. Proses isolasi ini berhasil setelah lima minggu. Hasilnya berupa miselium berwarna putih seperti tampak pada gambar. Sklerotia belum muncul pada proses isolasi yang dilakukan sehingga inokulum yang diinginkan di peroleh dari lab mikologi. Sklerotia yang digunakan berwarna coklat tua dengan diameter kurang lebih 0,5 mm.
Bagian dari Sclerotium rolfsii yang diinokulasi ke tanaman kacang tanah adalah miselium dan skelerotianya. Bagian ini diletakkan pada bagian tanaman dekat tanah. Hal ini dilakukan karena Sclerotium rolfsii merupakan cendawan tular tanah sehingga dengan peletakan yang demikian dapat memungkinkan gejala muncul lebih cepat. Gejala yang diperlihatkan pada gambar lima muncul setelah satu minggu setelah inokulasi. Gejala yang muncul berupa busuk batang di atas permukaan tanah Tunas yang akan muncul pun mengalami busuk sehingga tidak mampu berkembang. Cabang dan daun yang ada di dekat permukaan tanah menjadi layu dan gugur dari batang utama. Pada sekitar tanaman juga tampak adanya miselium cendawan dan sklerotia yang berwarna putih.
Kegagalan dalam permurnian atau isolasi bakteri dan cendawan yang terjadi dalam praktikum yang ditandai dengan adanya kontaminasi atau tidak munculnya mikroorganisme yang diharapakan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adalah sumber inokulasi yang diberikan tidak mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Kedua adalah ketidaksterilan alat-alat yang digunakan sehingga terjadi kontaminasi. Ketiga adalah adanya udara yang masuk ke laminar flow akibat laminar flow yang dibuka terlalu lebar.

BAB V
KESIMPULAN

Uji postulat Koch dapat dilakukan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit pada tanaman baik itu dari golongan bakteri maupun cendawan. Proses postulat Koch meliputi empat tahapan, yaitu asosiasi, isolasi, inokulasi, dan reisolasi. Postulat koch dikatakan berhasil jika inokulum yang diinokulasikan ke tanaman menimbulkan gejala yang sama dengan awal tanaman yang sakit dan apabila direisolasi menghasilkan patogen yang sama pula. Kebersihan dan kesterilan alat-alat serta udara sangat penting agar kontaminasi organisme yang tidak diinginkan tidak terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Postulat Koch. http://id.wikipedia.org/wiki/Postulat_Koch. com. [20 Mei 2010].
Ardian. 2009. Gejala Penyakit Tanaman. http://ardian88. blogspot.com/2009/09/ gejala-penyakit-tanaman.html. [20 Mei 2010].
Epi. 2009. Teknik Isolasi. Scribblwww.scribd.com › School Work › Homeworkeblog.unila.ac.id/sudiono/files/2009/08/bab6.epi.dochttp://id.wikipedia.org/wiki/Postulat_Koch.com. [20 Mei 2010].

Comments are closed.